Home » Mode » Berita Populer Hari Ini 05 Mei 2018

Berita Populer Hari Ini 05 Mei 2018

Pada ulasan rancah post kali ini, kita akan membahas salah satu berita populer hari ini 05 Mei 2018, tentang penangkapanan anggota DPR oleh Komisi  Pemberantasan Korupsi.

Jakarta 5 Mei  2018 dalam operasi  tangkap tangan yang dilakukan KPK menyatakan ada Sembilan orang yang  diduga terkait kasus penggiringan anggaran dana dan Febri  Diansyah selaku juru bicara menyatakan bahwa salah satu tersangka merupakan anggota DPR bidang  keuangan.KPK menjelaskan bahwa pihaknya juga telah mengamankan ratusan juta rupiah yang diduga sebagai hasil suap tersebut.

Dalam kasus ini diduga penyelenggara Negara juga ikut terkait praktik suap menyuap tersebut.Febri menyebutkan bahwa para tersangka sudah diamankan  ke kantor KPK di jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan dan di berikan waktu 1×24 jam untuk menetapkan status pihak – pihak yang terkait kasus tersebut.Kasus penangkapan kali ini sekaligus merupakan konfirmasi tentang kasus penangkapan beberapa pejabat daerah jawa timur yang sebelumnya.

Jubir KPK Febri Diansyah juga mengatakan bahwa putusan terdakwa mantan Ketua DPP Partai Golkar  sekaligus mantan Ketua DPR Setya Novanto (Senov) di jatuhi hakim Pengadilan Tipikor pada selasa tanggal 24 bulan kemarin bukan bagian akhir kasus ini. Febri menerangkan, KPK akan terus akan melakukan pengusutan lebih dalam terkait pengembangan lanjutan kasus dugaan kurupsi  yang melibatkan Ketua Umum DPP Partai Golkar (Setnov), Juru Bicara KPK juga mengatakan akan mengusut pembahasan sampai persetujuan cairnya anggaran dan pengadaan proyek E-KTP di Kemendagri tahun 2011 hingga kontrak adendum ke-9.

Majelis Hakim sudah mempertimbangkan dan melihat hal tersebut dan secara jelas dalam setiap putusan termasuk yang diputuskn kepada terdakwa Setya Novant. Masih banyak pihak-pihak yang terkait dalam kasus Korupsi E-KTP, Febri mengatakan pihak-pihak tersebut bersama-sama dengn  Setnov menirima aliran dana tersebut. Namun kata Ketua KPK saat ini Agus Rahardjo belum bisa menentukan siapa-siapa pihak-pihak yang menerima kucuran dana dari kasus dugaan korupsi mega proyek KTP Elektronik .

Ketua KPK juga mengatakan bahwa pelaku terduga korupsi KTP Elektronik terdiri dari berbagai lapis, antara lain birokrat, legislatif, eksekutif dan dunia usaha. Adapun dari ekskutif Irman dan Suhiharto mereka sama-sma Mantan Direktur.

Sedang Majilis Hakim Pengadilan memvonis Irman dan Sugiharto masing-masing kurang lebih 7 tahun dan 5 tahun penjara.